‘When I let go of what I am, I become what I might be’ - Lao Tzu.
Merasa nggak di saat kita lagi ingin banget sesuatu, justru kita malah susah mendapatkannya? Dan di saat kita ikhlas dan menerima, kita malah bisa meraihnya,
Terbalik ya?
Wednesday, 30 April 2014
Penutup April
April. Bulanmu, Tuan.
April ini kututup dengan:
Lupa pin ATM.
Lantas keblokir.
Dan buku tabunganku entah ada dimana....
Rumit
Pertanyaan-pertanyaan sederhana
yang (seharusnya) aku tahu (pasti) jawabannya
Terasa RUMIT jika kamu yang menanyakannya.
Monday, 28 April 2014
Kabar
Tuan, apa hal pertama yang ingin kau cari dari kabarku?
Fotoku yang telah buram, puisiku yang tak pernah tersentuh atau ingatanmu tentang aku yang sengaja kau putar kembali dalan anganmu?
Kau tahu Tuan,
bahagia itu bisa menjelma jadi apa saja,
ia juga bisa sesingkat kabar yang kau tuliskan dalam delapan kata yang mampir di kotak suratku pagi tadi, misalnya~
Terima kasih.
Fotoku yang telah buram, puisiku yang tak pernah tersentuh atau ingatanmu tentang aku yang sengaja kau putar kembali dalan anganmu?
Kau tahu Tuan,
bahagia itu bisa menjelma jadi apa saja,
ia juga bisa sesingkat kabar yang kau tuliskan dalam delapan kata yang mampir di kotak suratku pagi tadi, misalnya~
Terima kasih.
Tuesday, 1 April 2014
Selamat Ulang Tahun
meski seiring waktu tak lagi menyamakan langkah kita
meski yang kutulis bagimu tak lagi istimewa
dan ucapanku bukan pula yang pertama
tapi aku takkan lelah menghujanimu dengan doa
meski yang kutulis bagimu tak lagi istimewa
dan ucapanku bukan pula yang pertama
tapi aku takkan lelah menghujanimu dengan doa
selamat ulang tahun, rindu…
Maafkan karena tak ada kado yang bisa
aku kirimkan untukmu di ulang tahunmu ini. Tapi aku masih punya degup di saku
kemeja kiriku jika kau mau. Ambillah sebagai kado terindah. Degup yang selalu
mendeyutkan namamu dan memutar doa-doa terbaik untukmu.
maafkan juga, jika kamu tak berkenan
karena saya terlalu berani mengucapkannya untukmu,karena salah satu kebahagiaan
saya adalah bisa terus mengingat hari ulang tahunmu
Dan terakhir, berbahagialah berapa pun
kini usiamu, karena akulah akan bersedih jika kau tak
bahagia.
Tuesday, 18 March 2014
Bocah Jalanan
Ada tubuh mungil meringkuk.
Di antara hiruk-pikuk.
Ada tubuh sendu terkapar.
Tangan memegang perutnya yang lapar.
Ada tubuh tertunduk nyeri.
Pilu seakan tiada henti.
Tetes air mata tak mau menyepi.
Sedari pagi belum dapat sesuap nasi.
Friday, 14 March 2014
aku baik-baik saja
Tetaplah bersamaku… agar aku selalu memiliki sesuatu untuk
aku doakan!
Aku tersenyum membaca pesan itu.
Betapa ingin aku mengabulkan doa itu, namun nyatanya doa itu kini berbunyi
lain.
Aku akan tetap sehat, dan baik-baik saja. Entah aku milikmu atau bukan.
Aku tersenyum sekali lagi. Lebih
lega. Kini cinta itu sudah berganti warna, berganti nama. Bagaimana pun juga,
hidup ini cair. Kelak akan ada nama baru, wajah baru, cinta yang juga baru.
Datang, singgah dan semoga bisa tinggal. aku akan tetap baik-baik saja.
Selalu. Dan akan senantiasa berdoa untuk yang terbaik, yang diinginkan. Karena
kalau kita tidak pernah menginginkan, maka tidak akan ada doa.
Thursday, 13 March 2014
Kelinci Percobaan
Dokter memberi obat yang berbeda padaku setiap tiga hari. Aku merasa seperti kelinci percobaan.
Tuesday, 11 March 2014
pahit
Tuan, kau mirip seperti dokter yg ku jumpai tadi malam.
Bukan, bukan karena wajah kalian mirip.
Sama sekali bukan.
Dokter itu memberiku obat kapsul. Padahal dia tahu betul aku yidak bisa minum obat. Dan aku harus merasakan pahit obat kapsul ini.
Sama seperti mu, kau tahu jika aku akan merinduimu setengah mati jika kau jauh dariku. Tapi kau tetap pergi tanpa menoleh padaku. Pahit.
Bukan, bukan karena wajah kalian mirip.
Sama sekali bukan.
Dokter itu memberiku obat kapsul. Padahal dia tahu betul aku yidak bisa minum obat. Dan aku harus merasakan pahit obat kapsul ini.
Sama seperti mu, kau tahu jika aku akan merinduimu setengah mati jika kau jauh dariku. Tapi kau tetap pergi tanpa menoleh padaku. Pahit.
Benci tidak merindumu
Aku benci harus menahan sakitnya kepala bukan karena rindumu yg sesak memenuhi ruang kepalaku.
Aku benci saat jantungku berdetak sangat cepat tapi bukan karena akan menuntaskan rindu denganmu.
Aku benci terengah-engah mencari udara saat nafasku tidak beraturan tapi bukan karena rindu dalam diriku yg mencoba keluar untuk menemuimu.
Aku benci ketika ingatanku perlahan-lahan memburuk tapi percayalah, ingatan tentang rinduku padamu akan selalu tersimpan rapi, utuh, dan tak tersentuh.
Aku benci saat jantungku berdetak sangat cepat tapi bukan karena akan menuntaskan rindu denganmu.
Aku benci terengah-engah mencari udara saat nafasku tidak beraturan tapi bukan karena rindu dalam diriku yg mencoba keluar untuk menemuimu.
Aku benci ketika ingatanku perlahan-lahan memburuk tapi percayalah, ingatan tentang rinduku padamu akan selalu tersimpan rapi, utuh, dan tak tersentuh.
Subscribe to:
Posts (Atom)