Showing posts with label sepotong fiksi. Show all posts
Showing posts with label sepotong fiksi. Show all posts

Tuesday, 18 March 2014

Bocah Jalanan


Ada tubuh mungil meringkuk.
Di antara hiruk-pikuk.

Ada tubuh sendu terkapar.
Tangan memegang perutnya yang lapar.

Ada tubuh tertunduk nyeri.
Pilu seakan tiada henti.
Tetes air mata tak mau menyepi.
Sedari pagi belum dapat sesuap nasi.

Saturday, 8 March 2014

Kehilangan Pegangan



Di perjalanan pulang, sebuah balon ku lihat dilangitkan angin...
Sekita itu juga aku bisa merasakan pilunya seorang anak kecil yang kehilangan pegangan..

Tuesday, 4 March 2014

Salah Paham




Ketika kata-katamu hanya mampu tertangkap mata, salahkah jika aku salah menangkap makna? Sudah berapa banyak waktu yang kita buang. Saling terdiam. Hanya karena makna salah tereja?

Maafkan jika aku salah paham, kadang untuk bisa mengerti tulisan tidaklah semudah mendengarnya langsung.

Friday, 28 February 2014

L.I.V.E

Live is too short to rename files..

Masalahnya hidup terus maju dan engga nungguin siapa-siapa..

Termasuk kamu...


Thursday, 27 February 2014

Sayapmu



Rindu membuat sayapmu terentang,
Terbang pulang,
Mengunjungi tanah kelahiran,
Mengunjungi ibu..

Semoga cepat selesai kuliahnya..
Salam untuk ibumu :)


Monday, 17 February 2014

Ajak Aku Menyusuri Jalan Abu


Hai,
Maukah kamu mengajak aku berjalan sejenak menyusuri jalan-jalan di desa tempat kamu menetap saat ini? Di desa yang kamu kagumi masakan ibu kepala desanya. Di desa yang kamu hadiri perayaannya. Di desa yang saat ini dipenuhi abu.


Hai,
Hamparan abu yang menyelimuti desamu itu serupa hamparan rinduku. Ia datang bersama waktu yang enggan menunggu. Ia datang bersama pagi menjamah kebisuan yang terkubur setengah windu.


Hai,
Berkenankah kau mengajakku? Jangan sungkan. Mari kita bersama mengibas jalan abu-abu, menuntaskan rindu hingga menjadi biru. 

Thursday, 13 February 2014

Kita yang Tak Sama di Tempat yang Sama


Aku lagi di sini, Tuan.
Sendiri.
Di tempat kita menghabiskan kopi.
Dulu.

Tempat ini masih sama.
Lampu kerlap-kerlip yang sama.
Jejeran mesin pembuat kopi yang sama.
Hanya kita yang tak lagi sama.

Saturday, 8 February 2014

Bukan Aku


Ini tweet kamu satu jam yang lalu. JIKA itu aku, aku hanya ingin kamu sebut namaku dalam doamu. Itu saja. 

Berlebihan? Iya aku tau, itu bukan aku.

Lewat Tulisan



Terkadang ada hal-hal yang lebih enak diungkapkan lewat tulisan.

Lebih teratur,

Masuk akal,

dan

Logis

Thursday, 6 February 2014

Seseorang dengan Tanggal Lahir Sama


Hei, perempuan kemarau yang sering ku intip puisi-puisinya. Kau tahu? Sepertinya kita memiliki banyak kesamaan. Kita sama-sama menyimpan rindu untuk seseorang yang jauh. Kita sama-sama menyimpan banyak doa untuk seseorang yang kita rindukan itu. Dan, seseorang yang kau rindui itu memiliki tanggal lahir yang sama seperti dia yang ku rindukan.

Apakah ini suatu kebetulan?

Wednesday, 5 February 2014

Melepaskanmu









Aku mencintaimu dengan cara melepaskanmu. 
Mengetahui bahwa kita mungkin lebih bahagia, 
dengan tidak bersama-sama.

Lalu kita akan berbenah, 
menyusuri jalan-jalan baru, 
dengan cinta yang baru. 
Pasti!

Sunday, 2 February 2014

Selamat Malam

Selamat malam, Rindu..

Lampu di kamar ku sudah aku padamkan, namun aku tetap saja menyalakan ingatan, tentang sepotong senyummu dan percakapan-percakapan kita. Hei, a
dakah aku sedetik saja mampir di benakmu pada akhir pekan yang hampir habis ini?

Wednesday, 29 January 2014

Magnet





Magnet-magnet kehidupanku mulai mengarah lagi padamu.

Semoga sampai bulan ke sembilan akan terus begini.

Aamiin.


-Hai Rindu, aku dapat kabar kalau pekan ilmiah mahasiswa se-nasional itu akan diadakan di kampusmu. Doakan aku agar bisa lolos hingga kesana. Aamiin-

Tuesday, 28 January 2014

Terima Kasih, Tuhan



Sore ini menjelang senja


Tuhan menjawab segala doa dalam balutan indah suatu dimensi bernama waktu


Terima kasih untuk cinta yang Kau berikan, Tuhan...

Sunday, 26 January 2014

Jatuh dari Ketinggian



Terkadang saya berpikir, selama ini saya hanya disibukkan untuk belajar terbang tinggi. Tapi saya lupa untuk belajar menahan sakit ketika harus jatuh dari ketinggian..

Friday, 24 January 2014

Tidak Mencintaimu




Malam tadi di sebuah kedai siap saji.

Kita duduk berseberangan sambil mendengarkan suara alam kota ini. Suara klakson kendaraan yang berebut minta didahulukan.

Kamu kemudian memesan sekotak susu.

Aku memesan sekaleng kopi dan semangkuk mie dengan saus keju yang banyak di atasnya.

"Sejak kapan kamu suka kopi dan keju? Katamu

Ah sayang, akhir-akhir ini aku mulai menyukai apa yang tidak aku sukai,

termasuk tidak mencintaimu...


Tuesday, 21 January 2014

Nyeri Akibat Merindu

Pernahkah kamu merasakan rindu yang teramat sangat pada seseorang? Namun kamu tak tau apa yang harus kamu lakukan...
Dan kamu tidak punya daya sama sekali untuk mengenyahkan rasa rindu tersebut? Hingga yang dapat kamu lakukan hanya terduduk diam sambil menatap jarum jam yang perlahan maju mengitari misteri waktu.
Dan seiring waktu, rindu di hatimu itu kini mulai berdarah, seolah orang yang kamu rindukan itu sengaja menoreh rindu itu dengan duri tajam dari setangkai mawar. Nyeri sekali.
Satu-satunya yang dapat kamu lakukan adalah mengambil nafas dalam-dalam untuk kemudian menghembuskannya perlahan. Ya, perlahan saja sambil berharap beban rindu di hatimu itu bisa keluar seiring helaan nafasmu.

Namun begitu, meski berkali-kali kamu lakukan, sesungguhnya kamu faham sekali bahwa kamu tak pernah tau, sampai kapan kamu harus menanggung rasa nyeri akibat merindu..

*terinspirasi dari sebuah blog*

Monday, 20 January 2014

Kira-kira ini untuk Kamu

Jika aku nanti menggenggam tanganmu saat kita bertemu lagi entah kapanpun itu, sekedar untuk mengulur waktu karena aku masih rindu.

Kira-kira kamu suka atau marah?

Apabila aku ingin memelukmu dalam temu nanti untuk redakan debar dan tawarkan semua duka yang selama ini tertunda dalam dada.

Kira-kira kamu suka atau marah?

Lalu jika aku rebah sejenak di dadamu karena ingin mendengar apakah namaku masih kau denyutkan ditiap degub jantungmu.

Kira-kira kamu suka atau marah?

Jika aku suka melekatkan namamu tepat di belakang namaku pada sehelai kertas post it.

Kira-kira kamu berkenan atau tidak?

Bila tiap pagi aku selalu membahasakanmu lewat kata-kata yang terangkai hingga menjadi puisi lalu menikmatinya sambil ditemani secangkir kopi.

Kira-kira kamu suka atau marah?

Andai aku selalu berharap kau bisa mencintaiku seperti kau mencintainya.

Kira-kira kamu mau lakukan itu atau tidak?

Ketika hujan mulai sering datang berkunjung dan mendinginkan jemariku, lantas tiba-tiba aku begitu merindukan hangat genggaman tanganmu.

Kira-kira kamu suka atau marah?

Kalau aku berterus terang padamu jika aku masih terjebak dalam kemarau rindu yang tak berujung.

Kira-kira kamu suka atau marah?

Jika ku bilang aku cemburu pada guling yang kau peluk tiap malam dan cermin yang kau tatap tiap pagi,

Kira-kira kamu suka atau marah?

Jika pada punggung tangan kananmu selalu ada dambaku untuk bisa menciumnya tiap sepertiga malam.

Kira-kira apa kamu akan mengangsurkan tanganmu padaku atau kau akan marah lalu memintaku agar menghapus inginku itu?

Ketika aku memohon pada Tuhan agar tiap kali doa yang kamu panjatkan adalah namaku yang selalu kamu pinta.

Kira-kira apa Tuhan akan meng-iya-kan mohonku?

Ketika aku mensomasi Tuhan karena tak juga menuliskan nama kita berdua bersanding dalam buku takdir-Nya, lalu kemudian akhirnya Tuhan berkenan mengabulkan pintaku.


Kira-kira apakah kau akan marah padaku dan Tuhan?


*terisnpirasi dari sebuah blog*

Friday, 17 January 2014

Sesuatu yang Hangat

Pagi ini terasa dingin. Lalu kau menyarankan untuk membuat sesuatu yang hangat..

"Sesuatu yang hangat? Mau kuseduhkan secangkir kopi dengan sesendok rindu, Tuan?"