
Hubungan adopter dengan innovativeness yaitu seperti kurva S yang digambarkan oleh Rogers:
Adopter adalah orang yang memakai atau menerima
suatu inovasi. Adopter dapat diklasifikasikan berdasarkan kemampuan
inovasi mereka (innovativeness) dan berdasarkan kecepatan mereka
mengadopsi suatu inovasi yang diperkenalkan. Pembagian anggota sistem
sosial ke dalam kelompok adopter (penerima inovasi) adalah berdasarkan
tingkat keinovatifannya yakni lebih awal atau lebih lambatnya seseorang
mengadopsi dibandingkan dengan anggota sistem lainya, sudah banyak
dilakukan penelitian. Penelitian difusi yang ada pada umumnya menunjukan
bahwa pengadopsian inovasi di dalam suatu sistem sosial mengikuti kurva
normal berbentuk lonceng. Jika diukur dari banyaknya pengadopsi dari
waktu ke waktu, pada tahun pertama usaha penyebaran adopsi hanya sedikit
anggota sistem yang mengadosinya. Pada tahun berikutnya lebih banyak
dan lebih banyak. Setelah sampai pada puncaknya sedikit demi sedikit
orang yang mengadopsi itu menjadi sedikit hanya beberapa orang saja.
Pada saat saat terakhir jika jumlah kumulatif adopter tersebut dipetakan
hasilnya adalah kurva adopter berbentuk S. Penyebaran adopter yang
mengikuti kurva normal yang telah diuji oleh Rogers.
Berikut adalah karakteristik dari berbagai macam kategori adopter:
1. Inovator: yaitu kelompok orang yang berani, suka berpetualang dan
siap untuk mencoba hal-hal baru. Hubungan sosial mereka cenderung lebih
erat dibanding kelompok sosial lainnya. Mereka sangat berpeluang menjadi
agen pembaharu/agen perubahan.
2. Awal Adopter (Early Adopter):
Kelompok ini selalu mencari informasi tentang inovasi terbaru. Mereka
dalam kategori ini sangat disegani dan dihormati oleh kelompoknya karena
kesuksesan mereka dan keinginannya untuk mencoba inovasi baru.
3.
Awal Mayoritas: (Early Majority), Kategori pengadopsi seperti ini
merupakan mereka yang tidak mau menjadi kelompok pertama yang mengadopsi
sebuah inovasi. mereka akan dengan berkompromi secara hati-hati sebelum
membuat keputusan dalam mengadopsi inovasi. kelompok seperti ini
menunjukkan kepada seluruh komunitas bahwa sebuah inovasi layak
digunakan atau cukup bermanfaat.
4. Mayoritas Akhir.(Late
Majority): Mayoritas kelompok ini mengadopsi inovasi hanya setelah
rata-rata anggota suatu sistem menggunakan inovasi tersebut. Kelompok
yang ini lebih berhati-hati mengenai fungsi sebuah inovasi. Mereka
menunggu hingga kebanyakan orang telah mencoba dan mengadopsi inovasi
sebelum mereka mengambil keputusan. Terkadang, tekanan dari kelompoknya
bisa memotivasi mereka. Dalam kasus lain, kepentingan ekonomi mendorong
mereka untuk mengadopsi inovasi.
5. Laggards/avoiders:
Laggards/avoiders adalah kelompok yang terakhir di dalam suatu sistem
sosial untuk mengadopsi suatu inovasi. Mereka hampir tidak mempunyai
pendapat kepemimpinan. Kelompok ini merupakan orang yang terakhir
melakukan adopsi inovasi. Mereka bersifat lebih tradisional, dan segan
untuk mencoba hal hal baru. Kelompok ini biasanya lebih suka bergaul
dengan orang-orang yang memiliki pemikiran sama dengan mereka.