Showing posts with label adopter. Show all posts
Showing posts with label adopter. Show all posts

Sunday, 1 April 2012

Lulusan TP Termaksud Kategori Adopter yang Mana??

Di postingan sebelumnya saya telah menuliskan tentang "Adopter dan Innovativeness".  Lihat disini. Nah, untuk postingan kali ini saya akan membahas tentang "Lulusan Teknologi Pendidikan itu termaksud jenis adopter yang mana sih?"
Dalam mata kuliah Difusi Inovasi Pendidikan yang diambil oleh mahasiswa Teknologi Pendidikan FIP UNJ semester 096, tim dosen membuat survey dengan menanyakan ada di kategori adopter yang mana para lulusan Teknologi Pendidikan itu? Jawaban beragam dari 31 responden yang sudah dihimpun, berikut hasil surveynya:




Berdasarkan data yang telah didapatkan melalui Forum Group DIP REG diatas menjelaskan bahwa 68% mahasiswa yang berpendapat bahwa Lulusan TP idealnya menjadi seorang inovator.Ada tiga alasan mengapa mereka menjawab seperti itu. alasan yang pertama adalah karena lulusan TP berperan sebagai agent of change yang harus bisa berfikir kreatif guna memfasilitasi proses pembelajaran nantinya. Alasan kedua adalah karena lulusan TP harus selalu menccoba hal yang baru dan harus berani mengambil resiko. Alasan terakhir adalah jarena lulusan TP haruslah orang yang paling peka terhadap munculnya inovasi.
Ada pula mahasiswa yang berpendapat bahwa lulusan Teknologi Pendidikan itu sebagai Early Adopter. Mengapa demikian? Ada dua alasan meraka menjawab seperti itu, yaitu karena lulusan TP biasanya kalah cepat dengan dunia industri yang terus melakukan inovasi dan lulusan TP cenderung tidak berani mencoba suatu inovasi dikarenakan takut ada efek sampingnya.
Di samping dua jawaban di atas, ada pula mahasiswa yang menjawab bahwa lulusan TP itu sebagai Innovator & early Adopter. Ada dua alasan yaitu yang pertama, lulusan TP mudah bosan dengan nilai-nilai yang sudah baku dan cenderung mencari alternatif lain dalam menyelesaikan masalah. Alasan yang kedua adalah sebagai lulusan TP harus cepat menerima inovasi supaya tidak ketinggalan zaman.
Tidak hanya tiga jawaban itu saja yang diberikan oleh mahasiswa, namun ada satu jawaban lagi yaitu lulusan TP termaksud kategori Innovator atau Early Adopter, alasannya adalah karena lulusan TP akan melahirkan benih-benih atau sikap-sikap dalam diri mereka untuk menjadi seorang innovator.
Semua alasan yang dikemukakan dalam Forum Group DIP REG tidak ada yang salah, karena ini merupakan pendapat pribadi dari tiap-tiap mahasiswa dan merupakan bagian dari proses belajar.

KESIMPULANYA,

Dari hasil survey yang dilakukan dalam grup Facebook "DIP TP REG 2010" didapatkan kesimpulan bahwa ternyata mahasiswa TP REG UNJ banyak yang berpendapat bahwa lulusan TP nantinya akan menjadi seorang inovator. Hal ini sangat bagus karena diperlukan banyak innovator dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Jika memang nantinya gagal menjadi inovator, maka jadilah seorang pelopor atau pengguna awal dari inovasi yang berdampak positif bagi dunia pendidikan Indonesia nantinya. 

Sumber : http://www.facebook.com/groups/168239919956693/







































































































Saturday, 24 March 2012

Adopter dan Innovativeness


Hubungan adopter dengan innovativeness yaitu seperti kurva S yang digambarkan oleh Rogers:
Adopter adalah orang yang memakai atau menerima suatu inovasi. Adopter dapat diklasifikasikan berdasarkan kemampuan inovasi mereka (innovativeness) dan berdasarkan kecepatan mereka mengadopsi suatu inovasi yang diperkenalkan. Pembagian anggota sistem sosial ke dalam kelompok adopter (penerima inovasi) adalah berdasarkan tingkat keinovatifannya yakni lebih awal atau lebih lambatnya seseorang mengadopsi dibandingkan dengan anggota sistem lainya, sudah banyak dilakukan penelitian. Penelitian difusi yang ada pada umumnya menunjukan bahwa pengadopsian inovasi di dalam suatu sistem sosial mengikuti kurva normal berbentuk lonceng. Jika diukur dari banyaknya pengadopsi dari waktu ke waktu, pada tahun pertama usaha penyebaran adopsi hanya sedikit anggota sistem yang mengadosinya. Pada tahun berikutnya lebih banyak dan lebih banyak. Setelah sampai pada puncaknya sedikit demi sedikit orang yang mengadopsi itu menjadi sedikit hanya beberapa orang saja. Pada saat saat terakhir jika jumlah kumulatif adopter tersebut dipetakan hasilnya adalah kurva adopter berbentuk S. Penyebaran adopter yang mengikuti kurva normal yang telah diuji oleh Rogers.

Berikut adalah karakteristik dari berbagai macam kategori adopter:
1. Inovator: yaitu kelompok orang yang berani, suka berpetualang dan siap untuk mencoba hal-hal baru. Hubungan sosial mereka cenderung lebih erat dibanding kelompok sosial lainnya. Mereka sangat berpeluang menjadi agen pembaharu/agen perubahan.
2. Awal Adopter (Early Adopter): Kelompok ini selalu mencari informasi tentang inovasi terbaru. Mereka dalam kategori ini sangat disegani dan dihormati oleh kelompoknya karena kesuksesan mereka dan keinginannya untuk mencoba inovasi baru.
3. Awal Mayoritas: (Early Majority), Kategori pengadopsi seperti ini merupakan mereka yang tidak mau menjadi kelompok pertama yang mengadopsi sebuah inovasi. mereka akan dengan berkompromi secara hati-hati sebelum membuat keputusan dalam mengadopsi inovasi. kelompok seperti ini menunjukkan kepada seluruh komunitas bahwa sebuah inovasi layak digunakan atau cukup bermanfaat.
4. Mayoritas Akhir.(Late Majority): Mayoritas kelompok ini mengadopsi inovasi hanya setelah rata-rata anggota suatu sistem menggunakan inovasi tersebut. Kelompok yang ini lebih berhati-hati mengenai fungsi sebuah inovasi. Mereka menunggu hingga kebanyakan orang telah mencoba dan mengadopsi inovasi sebelum mereka mengambil keputusan. Terkadang, tekanan dari kelompoknya bisa memotivasi mereka. Dalam kasus lain, kepentingan ekonomi mendorong mereka untuk mengadopsi inovasi.
5. Laggards/avoiders: Laggards/avoiders adalah kelompok yang terakhir di dalam suatu sistem sosial untuk mengadopsi suatu inovasi. Mereka hampir tidak mempunyai pendapat kepemimpinan. Kelompok ini merupakan orang yang terakhir melakukan adopsi inovasi. Mereka bersifat lebih tradisional, dan segan untuk mencoba hal hal baru. Kelompok ini biasanya lebih suka bergaul dengan orang-orang yang memiliki pemikiran sama dengan mereka.