Monday, 25 November 2013

Selamat Hari Guru



Guruku tersayang..
Guruku tercinta..
Tanpamu apa jadinya aku..
Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal..
Guruku..
Terima kasihku..
-Lirik lagu Terima Kasih Guruku-



Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Istilah itu sudah sering kita dengar, terlebih lagi saat peringatan hari guru nasional seperti saat ini. Di Indonesia, hari guru nasional biasa diperingati setiap tanggal 25 November. Hal itu karena pada tanggal 25 November merupakan hari ulang tahun organisasi guru di Indonesia, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). 

Guru, sebesar apapun jasa yang ia berikan, tidak ada tanda jasa yang ia terima. Tidak ada pangkat mayor, letnan, ataupun bintang satu dan sebagainya.

Guru juga merupakan soko guru bangsa ini. Tanpa guru sebuah bangsa tidak akan ada artinya, sebesar apapun bangsa itu. Karenanya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati gurunya.

Well, kalau saya menjabarkan satu-persatu jasa guru, kapasitas artikel ini mungkin tidak akan cukup. Melalui artikel ini saya hanya ingin mengucapkan selamat hari guru untuk semua guru dan calon guru di republik ini.

Selamat hari guru nasional. Terima kasih untuk semua guru yang telah mengajarkanku tentang warna yang indah, tentang garis yang harus dilukis, juga tentang kata yang harus dibaca.

Semoga guru-guru Indonesia semakin profesional sehingga anak-anak bangsa akan menjadi anak yang mandiri, kreatif, dan berkarakter mulia. Aamiin.

Sunday, 24 November 2013

Hujan, Jangan buat Mereka Sakit

Anak sekecil itu. Berkelahi dengan waktu. Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu. Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktuDipaksa pecahkan karang. Lemah jarimu terkepal.
Sore, Tugu Pancoran – Iwan Fals 


Hujan,
apakah ada yang ingin kau sampaikan tentang tangan-tangan mungil yang semakin ngilu menahan dinginnya airmu?
lihatlah tangan-tangan mungil itu membiru berlalu lalang.
menjajakan diri bagi yang membutuhkan jasanya untuk sebuah pertahanan hidup.
untuk dua tiga ribu perak.

“oom, payung oom!”
“tante, payung tante!”
“murah oom, murah tante, cuma dua ribu!”

Hujan,
apakah kau dengar suara-suara kecil itu?
apakah kau dengar juga oom-oom dan tante-tante prentele itu tega menawar seribu lima ratus untuk jasa mereka?

Hujan,
disaat sebagian manusia lain menjadikanmu sebagai pengantar tidurnya.
tangan-tangan mungil itu berlomba berbasah-basah demi kesenangan pemakai jasanya.

Hujan,
apakah kau tahu bahwa perut-perut kecil itu menahan lapar dan dahaga demi mengumpul receh untuk menebus impiannya?

Hujan,
mereka menggantungkan cita padamu.
jangan buat mereka sakit.



Saturday, 23 November 2013

Koordinat Titik Itu

Di koordinat titik itu..
Kau menggantungkan tinggi harapan.
Menapaki jalan terjal dan berliku.
Setiap tetes keringatmu
Akan menjadi saksi semangatmu
Menunjukkan keteguhanmu
Kegigihan yang terus mendampingimu sampai akhir
Menuju titik koordinat itu..
Tiga pesanku sebelum kau menuju titik koordinat itu
Baca Basmalah sebelum berpetualang,
Sebut Tasbih di setiap perjalanan,
dan
Ucapkan Hamdalah setelah kau kembali pulang.


PS: (mungkin aku tidak ikut pergi ke koordinat titik itu)

Wednesday, 20 November 2013

Kamu Pernah Merasakan Goncangan?

Kamu pernah merasakan goncangan?
Bukan gempa tapi..
Bukan kendaraan yang dipacu dengan cepat di atas gelondongan tanah..
Bukan pula saat tempat tidurmu digoyangkan untuk membangunkanmu..
Tapi goncangan itu seperti ini..
Biar aku gambarkan melalui kata.
Goncangan itu saat...
Jantungmu berdetak tak beraturan.
Bahumu naik-turun tak karuan.
Hingga kamu merasa sulit bernafas.
Hingga kamu tak sanggup menahan butiran air yang memaksa untuk turun di matamu.
Kamu pernah merasakan goncangan?
Iya, yang seperti itu..
Aku sering..
Terlalu sering..

Saat aku mendengar ceritamu tentangnya..


-OK- 

Tuesday, 12 November 2013

Mimpi Tentang Kamu

Semalam itu mimpi tentang kamu.
Di mimpi itu kamu bercerita kepadaku.
Tentang kegiatanmu, tentang hidupmu, juga tentang mimpimu.
Aku hanya mendengarkan.
Hanya mendengarkan.
Aku tak mampu mencerna setiap ceritamu.
Aku menunduk mendengarkan kamu bercerita.
Sesekali aku mencoba memberanikan diri untuk menatapmu.
Dan kamu masih tetap melanjutkan ceritamu.
***
Aku terbangun.
Mencoba menafsirkan mimpi itu sendiri.
Mungkin aku rindu.
Lima tahun sudah aku tidak mendengar cerita-ceritamu.
Mungkin aku yang harus mulai menyapamu dahulu..

“Kamu, apa kabar?”



-OK-

Saturday, 9 November 2013

Yang Seperti Itu...

Kelak,aku ingin menjadi istri yang seperti itu..
yang taat dan patuh pada suaminya karena Allah SWT..
yang bisa menjaga kehormatannya ketika suami bepergian..

Kelak, aku ingin menjadi ibu yang seperti itu..
yang sepenuh hati mengasuh dan mendidik anak-anakku..
menemani setiap waktu berharga ketika ia pertama kali berbicara, pertama kali berjalan, pertama kali masuk sekolah..
dan hal-hal berharga lainnya..

Kelak, aku ingin menjadi seorang guru yang seperti itu..
yang dengan tulus mendidik siswa-siswaku..
yang dengan sepenuh hati mencintai pekerjaanku..

Kelak, aku ingin menjadi pendidik sekaligus pembelajar yang seperti itu..
yang tak pernah lelah menuntut ilmu..
yang tak pernah lelah berbagi ilmu..

Kelak, aku ingin menjadi anak seperti itu..
yang sampai kapanpun mencintai dan membanggakan orang tua..
memberikan yang terbaik untuk mama dan bapak hingga nafas terakhirku..

Kelak, aku ingin menjadi hamba Allah yang seperti itu..
yang benar-benar mengembalikan semua urusanku pada-Nya..
karena sejatinya hanya pada Allah kita akan kembali..


Maka entah harus berapa lama lagi aku melewati pemantasan-pemantasan diri agar bisa menjadi seperti itu, aku tak pernah tahu..

Bismillahirrahmanirrahim, i’m on my way to be “Yang Seperti Itu” :)



-OK-

Wednesday, 6 November 2013

Seseorang yang tidak boleh disebut namanya




Holaaa, puisi ini sebenarnya sudah aku tulis tiga hari yang lalu. Tapi, baru sempat posting sekarang. Hehehe. Oke, no problemo :p

Well, kali ini aku mencoba menulis puisi tapi dengan melihat prespektif dua orang. Pada puisi pertama,  aku mengambil sudut pandang orang yang mengagumi seseorang, tapi dia malu untuk mengungkapkannya secara langsung. Mungkin ada suatu hal yang membuatnya tidak bisa mengungkapkan kekagumannya itu. Silakan difikirkan dan dipersepsikan sendiri. Nah di puisi kedua, aku mengambil sudut pandang orang yang dikagumi.

Semua orang bebas mengartikan puisi ini seperti apa. Semua orang bebas menyimpulkan ending dari puisi ini seperti apa. Oke. Selamat menikmati ^^,

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Seseorang yang tidak boleh disebut namanya

 
Pagi ini aku masih melafalkan sajak-sajak tentangmu.
Kamu yang tak boleh disebut namanya..
Hei, pernahkah kamu menyadari bahwa aku selalu memandangimu dalam diam?
Tersenyum saat kau tertawa lepas di tengah kumpulan temanmu..
Timbul kupu-kupu kecil dalam perutku saat melihat kau yang tersipu malu..
Pernah menyadari bahwa aku selalu menghindari menatap matamu langsung?
Karena takut kalau-kalau kau bisa membaca perasaanku lewat tatapanku..
Mungkin itu yang membuatmu tak menyadari kehadiranku..

***

Untuk dia yang tak kunjung menyebut namaku di goresan penanya


Kenapa?
Terlalu takut terhadap perspektif orang lain?
Atau
Terlalu takut mngakui rasa?
Adakah yang salah dengan kebersamaan yang singkat namun menuai banyak cerita?
Untuk dia yang tak kunjung menyebut namaku di goresan penanya..
Ku harap, kau selalu menyebut namaku dalam setiap doa dan pengharapanmu..


-OK-

Sunday, 3 November 2013

Kenapa Harus Pantai?



Saya selalu teringat sebuah nasihat dari Khalifah Ali bin Abi Thalib:

“Wahai anakku! Dunia ini bagaikan samudra dimana banyak ciptaan ciptaan-Nya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nahkoda perjalananmu; dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan.” (Ali bin Abi Thalib R.A).

Saya selalu menyukai keindahan pantai. Ombak yang berteriak. Hamparan pasir. Angin yang bertiup. Nyiur yang melambai seolah menyambut setiap insan yang datang. Kumpulan burung yang terbang bergerombol. Awan yang berkerumul. Di lain tempat kita juga akan menemukan pantai berkarang tempat hewan laut berlindung dan melanjutkan hidupnya. Apapun tentang pantai, saya suka.

Saya tidak bisa berenang. Tapi, saya suka pantai. Di pantai, saya bisa menunggu mentari yang malu-malu menunjukkan dirinya. Di pantai, saya bisa sekedar duduk, berbagi ketenangan dan udara yang menentramkan. Melupakan sejenak segala beban yang rasanya sedemikian berat. Di pantai, saya bisa berkejaran dengan ombak, berlagak hebat menantang ombak, membuat benteng raksasa dari pasir atau membuat replika candi-candi. Di pantai, saya bisa mengantar mentari ke peraduannya. Menikmati jingga yang merona, sesekali menghempaskan kaki memecah ombak yang berkejaran.

Saya ingin menjelejah setiap pantai yang ada di Indonesia. Ya, Indonesia. Indonesia punya banyak pantai. Tapi sayang, pantai tersebut justru tidak terawat dengan baik. Banyak orang-orang Indonesia sendiri yang tidak tahu kalau ada pantai dengan nama “ini” loh di negaranya. Bandingkan dengan Singapura, negara yang luasnya tidak lebih dari kota Jakarta dan punya pantai yang jumlahnya tidak lebih dari 5 buah ini lebih banyak dikunjungi wisatawan dibandingkan dengan Indonesia yang punya banyak sekali pantai-pantai indah.

Kembali ke pertanyaan yang ada pada judul tulisan ini. Kenapa harus pantai? Karena saya suka dan saya ingin orang lain juga menyukai pantai. Khususnya pantai-pantai yang ada di Indonesia. Saya akan mengabarkan kepada mereka bahwa pantai di negara kita bagus loh. Saya akan bercerita kepada mereka tentang eksotismenya pantai-pantai di Indonesia. Saya akan memotretnya dengan kamera 5 megapixel. Dan saya akan menunjukkannya kepada setiap orang yang ingin mengetahui tentang keindahan pantai, tentang nyanyian nyiur pantai, tentang kepasrahan pasir pantai, tentang keramaian ombak pantai, dan tentang ketegaran karang pantai.

-OK-

Thursday, 19 September 2013

Quotes

Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan.
Keyakinan hanya tinggal pemikiran, tak membekas dalam perbuatan.
Banyak orang baik, tapi tak berakal.
Banyak orang berakal, tapi tak beriman.
Ada lidah fasih, tapi berhati lalai.
Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian.
Ada ahli ibadah, namun amalan bid’ah dan mewarisi kesombongan iblis.
Ada ahli maksiat, rendah hati bagaikan sufi.
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis karena kufur nikmat.
Ada yang murah tersenyum, tapi hatinya mengumpat.
Ada yang berhati tulus, tapi wajahnya cemberut.
Ada yang berlisan bijak, tapi tak memberi teladan.
Ada pezina yang tampil jadi figur.
Ada orang punya ilmu tapi tak paham,
Ada yang paham tapi tak menjalankan.
Ada yang pintar tapi membodohi.
Ada yang bodoh tapi tak tahu diri.
Ada orang beragama, tapi tak berakhlaq, ada yang berakhlaq tapi tak bertuhan.
Diantara semua itu, dimana aku berada?

 — Ali bin Abi Thalib

Monday, 9 September 2013

Review Book: 8 To Be Great - Richard St. John



Review Book
Judul Buku               : 8 To Be Great – 8 Sifat Untuk Sukses
Pengarang                : Richard St. John
Penerbit                    :  Grasindo
ISBN-13                     :  9789790815735
Tgl Penerbitan        :   Agustus 2011


Description: 8 To Be Great FeminaMenjadi sukses adalah impian semua orang. Namun, sayangnya tidak semua orang mau dan sempat membekali dirinya dengan pengetahuan serta keterampilan untuk menjadi sukses. Buku “8 To Be Great” karya Richard St. John ini mengajarkan kita tentang delapan kunci menjadi sukses antara lain menentukan passion, mempunyai semangat kerja, berusaha fokus, membangkitkan motivasi, mengembangkan ide, melakukan pengembangan diri, melayani sepenuh hati, dan tekun.
Richard St. John percaya bahwa sukses itu hanya punya satu rumus. Untuk meraih kesuksesan tidak ada jalan pintas. Tapi, sukses bisa diusahakan dan cara mengusahakannya pun tidak rumit, sebab kita hanya perlu mengembangkan apa yang selama ini kita remehkan: passion, semangat kerja, fokus, motivasi, ide, pengembangan diri, melayani, dan tekun.
Di dalam buku ini kita akan ditemani oleh ratusan bahkan ribuan orang sukses yang dengan sabar menuntun kita. Ada J.K Rowling, Michael Jordan, Stephen King, Steve Jobs, Bill Gates, dan masih banyak lagi. Mereka akan mengajari kita dengan sabar, bahkan dengan gambar-gambar yang menarik. Sangat memotivasi karena para tokoh tersebut akan memberikan penjelasan atau kalimat motivasi mengapa mereka bisa sukses.
     Setiap bab dala buku best seller ini, berisi beberapa subab yang tiap subab tersebut dipaparkan secara rapi dan informatif dalam satu hingga tiga buah halaman, sehingga tak bosan sama sekali dalam membaca setiap halaman buku tersebut.
Description: http://petrabrask.files.wordpress.com/2012/05/guidetosuccess.jpg
    YOTers, ada lagi nih alasan yang bikin kita tidak bosan membaca buku ini, sampul dan desain buku “8 To Be Great” di desain dengan sangat menarik dan memberikan kesan tersendiri dengan mencantumkan gambar dan warna yang sederhana namun memberikan efek ingin membaca. So, buku ini cocok banget buat kita yang ingin sukses. OK!





NB: Artikel ini pernah dipublikasikan di YOT Magazine Edisi September 2013.