Sunday, 29 July 2012

Angin Periodik





Angin monsun adalah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan.
Angin monsun di Indonesia ada 2 macam, yaitu:
  1. Angin Monsun Asia
    Angin ini berhubungan dengan angin baratan yaitu angin yang berasal dari daratan Asia menuju wilayah Indonesia, dengan membawa uap air lebih banyak dari biasanya, sehingga sebagian wilayah Indonesia bagian Selatan Katulistiwa sering banyak hujan atau bertepatan dengan musim hujan di Indonesia.
    Ketika matahari berada di sebelah Utara Katulistiwa, maka daerah di Belahan Bumi Utara mempunyai suhu udara yang panas dengan tekanan udara cenderung rendah. Sehingga arah pergerakan angin dari Belahan Bumi Utara (daratan Asia) menuju Belahan Bumi Selatan (daratan Australia) dan angin tersebut biasanya berasal dari arah barat menuju timur. Kondisi ini biasa dikenal orang sebagai angin barat.
  1. Angin Monsum Australia
    Angin ini berhubungan dengan angin timur yaitu angin yang berasal dari daratan Australia. Ketika matahari berada di Belahan Bumi Selatan, maka Belahan Bumi Selatan mempunyai suhu yang panas dan tekanan udara yang tinggi maka pergerakan angin dari Belahan Bumi Selatan (daratan Australia) menuju Belahan Bumi Utara (daratan Asia).

Saturday, 28 July 2012

Makna Kebebasan -salah satu iklan provider di Indonesia-


 Sebenarnya sudah lama saya melihat iklan ini. Tapi baru sempet men-share sekarang. Hehe. Salah satu iklan komersial dari sebuah operator seluler mengangkat tema kebebasan dengan kalimat "bebas itu nyata". Iklan bertag line "AlwaysOn" ini pun mampu menyita perhatian saya.

Iklan ini membahas tentang makna "kebebasan".  Arti sebuah kebebasan yang nyata, dimana bebas itu adalah kebebasan tanpa batas. Menariknya, pada awal iklan menceritakan tentang bentuk kebebasan yang semu, atau kebebasan dengan batasan tertentu. Saya suka kalimat yang diungkapkan oleh provider ini. Sangat mengena sekali :)

Versi cowok:
Kebebasan itu omong kosong.
Katanya bebas berteman dengan siapa saja, asal orang tua suka.
Katanya jadi laki-laki itu jangan bodoh untuk mengambil resiko.
Mendingan kerja dulu cari pengalaman.
Katanya urusan jodoh sepenuhnya ada di tanganku,
asalkan dari keluarga terpandang, gak cumin cantik, tapi juga santun, berpendidikan..

Versi cewek :
Kebebasan itu omong kosong.
Katanya aku bebas berekspresi,
tapi selama rok masih dibawah lutut.
Hidup ini singkat, mumpung masih muda,
nikmati sepuasnya, asal jangan lewat jam 10 malam.
Katanya urusan jodoh sepenuhnya ada di tanganku,
asalkan sesuku, kalo bisa kaya, pendidikan tinggi, dari keluarga baik-baik..
lihat video di sini !!

nah, menarik kan? Tapi ada pertanyaan, apakah ada bebas yang sebenarnya/nyata di dunia ini ? jawabannya tidak. Bisa dikatakan kebebasan hakiki itu sebenarnya semu, kita bebas atau merasa bebas dari satu hal yang mengekang kita selama ini tapi disadari atau tidak, tetap ada "syarat/batasan" yang harus kita terima atau lalui.

Namun kebebasan semu inilah (menurut Warcof) yang membuat hidup ini jadi menarik. Tanpa adanya batasan, maka akan lebih sulit bagi kita untuk meraih tujuan. Singkatnya batasan itulah yang "seharusnya" mempermudah kita dalam meraih tujuan.

Wujud dari batasan itu memang beragam, tergantung dari jenis kebebasan yang ada. Seperti facebookers yang bebas menulis tentang apa saja, tapi tetap ada batasan salah satu contohnya tidak boleh menulis tentang kejelekan orang/ kelompok/golongan tanpa ada bukti hukum yang jelas. Begitu juga dengan berkomentar, dimana kita bebas mengomentari setiap tulisan orang lain, tapi tetap ada batasan dimana tidak boleh menyinggung perasaan orang lain, berkata-kata kasar, etc.

Dengan adanya batasan, maka kita tahu apa kekurangan dan kelebihan dari proses pemecahan suatu permasalahan. So kebebasan itu memang semu atau boleh dikatakan relatif, dan ini harus kita terima sebagai suatu anugerah. Semoga bermanfaat!

Sumber: dari sini !! (dengan perubahan seperlunya)

Thursday, 26 July 2012

Perbedaan Evaluasi Hasil dengan Evaluasi Proses


Evaluasi hasil atau evaluasi produk adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan. Sedangkan evaluasi proses mencakup usaha-usaha yang terarah, terencana, sistematik untuk meneliti proses belajar-mengajar yang telaha menghasilkan suatu produk, baik terhadap fase perencanaan maupun terhadap fase pelaksanaan. Evaluasi proses dan evaluasi produk bersifat komplementer. Evaluasi produk memungkinkan untuk menemukan kelemahan-kelemahan itu. Tetapi belum dapat mengungkapkan sebab musabab dari kelemahan-kelemahan itu. Namun, perlu diketahui sebab-sebabnya apabila akan diadakan revisi konstruktif terhadap proses belajar mengajar, baik yang menyangkut kekurangan pada pihak pengelola pengajar maupun yang menyangkut partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. Evaluasi proses mencakup tinjauan kritis terhadap tujuan –tujuan instruksional, terhadap perencanaan proses belajar mengajar, terhadap pengelolaan proses belajar mengajar, di dalam kelas dan tinjauan kritis terhadap penyelenggaraan evaluasi produk. Evaluasi proses juga menggunakan metode-metode tertentu.

Motivasi Instrinsik & Ekstrinsik, mana yang lebih penting??

Motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Motivasi penting dalam belajar karena dengan adanya motivasi dapat Mendorong timbulnya tingkah laku atau perbuatan siswa dalam belajar, Motivasi dapat berfungsi sebagai pengarah yang artinya mengarahkan perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan serta motivasi sapat berfungsi sebagai penggerak yang artinya menggerakkan tingkah laku seseorang. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. Untuk itulah motivasi penting dalam belajar.

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu ada perangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian, tingkah laku yang dilakukan seseorang disebabkan oleh kemauan sendiri bukan dorongan dari luar. Contoh Motivasi Intrinsik adalah misalnya Ali yang terus berlatih catur karena adanya dorongan dari dalam dirinya sendiri agar bias menjadi grand master catur tingkat dunia.

Motivasi ekstrinsik merupakan motif yang aktif dan berfungsi karena adanya dorongan atau rangsangan dari luar. Tujuan yang diinginkan dari tingkah laku yang digerakkan oleh motivasi ekstrinsik terletak diluar tingkah laku tersebut. Contoh Motivasi Ekstrinsik adalah Lia yang belajar matematika karena adanya dorongan dari orang tuanya agar Lia  dapat lulus SNMPTN Jurusan matematika di Universitas Negeri Jakarta, padahal sebenarnya Lia ingin masuk di jurusan Sastra Indonesia.

Menurut saya motivasi yang lebih penting adalah motivasi instrinsik atau motivasi yang berasal dari dalam diri individu. Mengapa? Karena  setiap individu mempunyai individual differences yang membedakan dirinya dengan orang lain. Individual differences ini meliputi kesenangan, tingkat kepuasan, kemampuan penyesuaian diri, tingkat emosi, kerentanan dan sebagainya. Selain itu, motivasi intrinsik jauh lebih sakti untuk bisa memunculkan sebuah perilaku tertentu. Kesaktiannya lantaran motivasi ini berasal dari dalam diri, sehingga mempunyai kecenderungan yang lebih kuat serta tahan lama. Berbeda dengan motivasi ekstrinsik, ketika sumber motivasi itu sudah hilang atau berkurang nilainya, maka perilaku yang diharapkan tidak akan muncul.